Monday, August 24, 2009

Kuda Darat dan Kuda Laut


Di darat kita kenal binatang pemakan rumput berkaki empat yang kuat, kekar, tegap dan bertenaga besar dan berleher anggun yang dinamakan kuda. Karena tenaga kuda sangat besar, daya suatu mesin juga disebut dalam satuan tenaga kuda atau horsepower. Kalau seekor kuda meringkik, suara ringkiknya yang melengking dapat membuat semua bayi terkejut lalu menangis dan pipis karena ketakutan. Meskipun sebagai binatang darat, kuda juga dapat dipacu melintasi air yang cukup dalam dengan tanpa rasa takut.

Kuda dapat digunakan sebagai penarik pedati atau sebagai kuda pacu untuk dilagakan. Di daerah bebukitan yang sejuk kuda dimanfaatkan untuk mengangkut orang dari satu tempat yang lebih rendah ke tempat yang lebih tinggi. Di daerah-daerah pedesaan atau bahkan di kawasan semi perkotaan, kuda kerap terlihat dipakai untuk menarik delman. Kadang-kadang di megapolitan Jakarta masih dapat kita lihat seekor kuda menarik delman atau andong, melaju lambat sambil buang kotoran hijau bertumpuk-tumpuk di jalan, di tengah berbagai jenis kendaraan bermotor yang mondar-mandir dengan kecepatan tinggi dan mengeluarkan asap bergulung-gulung bikin polusi udara.

Di negeri-negeri empat musim yang berbentuk kerajaan khususnya, seekor kuda besar dan gagah yang dihias dengan indah menawan sering ditunggangi oleh seorang petinggi negara yang duduk dengan gagah di pelananya dalam acara-acara kenegaraan. Kuda juga dapat dilatih untuk menjadi kuda tempur suatu pasukan berkuda atau kavaleri yang dapat dikerahkan untuk bertempur di medan laga terbuka, khususnya di zaman kerajaan-kerajaan dulu ketika bedil, senapan, meriam, bom dan peluru kendali berhulu ledak nuklir belum ditemukan.

Kekuatan seekor kuda terletak pada keempat kaki
nya yang kurus, kuat, tegak dan tinggi. Jika salah satu kaki seekor kuda patah, kuda yang malang ini biasanya (kasihan juga!) akan dibunuh karena dianggap sudah tidak bermanfaat lagi bagi manusia dan juga karena kaki yang patah akan menyiksa si kuda sendiri karena si kuda ini tidak bisa bangun dan berdiri tegak lagi. Memelihara kuda untuk tetap sehat dan tangguh ternyata cukup rumit dan cukup sulit, seperti dulu telah saya sempat pelajari beberapa waktu ketika tinggal sekian tahun di Holland dengan bekerja sukarela dan sambilan di suatu sekolah pelatihan menunggang kuda yang berlokasi di suatu kota kecil yang sejuk dan tenteram.

Nah, hal yang bagi saya sangat luar biasa adalah bahwa ada juga hewan lain yang sangat lemah, lembek dan rentan yang hidup di kedalaman laut yang dinamakan tangkur kuda atau kuda laut yang gambarnya pernah menjadi logo Pertamina yang dulu sering disebut-sebut sebagai BUMN terkorup di Indonesia. Kuda laut jelas tidak pernah dan tidak bisa korupsi; maka itu, saya heran juga mengapa dulu sepasang kuda laut menjadi logo BUMN ini. Barangkali Saudara tahu apa alasannya? Apakah karena tangkur kuda hidup di kedalaman laut, tempat sumber minyak?


Kepala dan leher kuda laut memang potongannya mirip kepala dan leher kuda darat. Selebihnya, anggota tubuh kuda laut sama sekali tidak mirip dengan anggota-anggota lain manapun dari tubuh kuda darat. Di atas berturut-turut adalah gambar seekor kuda laut kerdil (dwarf seahorse), seekor kuda laut berduri (thorny seahorse), dan seekor kuda laut berperut besar (big belly seahorse). Anda bisa membandingkan sendiri postur tiga ekor jenis kuda laut ini dengan postur seekor kuda darat pada gambar pertama di atas, yang sedang ditunggangi seorang perempuan bule cantik yang sedang menikmati olahraga air bersama seekor kuda di pulau Kreta di Yunani. Bagi Anda tentu semua kuda laut ini, termasuk sang wanita yang telungkup di atas pelana kuda darat itu, sangat indah dan menawan. Beauty is virtue!

Para ahli biologi kelautan menyatakan masih ada sekian misteri yang belum dapat dipecahkan mengenai kuda laut. Mereka masih berusaha menjawab sejumlah pertanyaan. Apakah kuda laut membangun sebuah kehidupan komunal kekeluargaan di dalam laut? Apakah kuda laut memang kerap berdansa, menari-nari bersama di dalam laut, dalam luapan kegembiraan? Dan mengapa kuda laut jantan adalah satu-satunya hewan air yang melahirkan anak? Mereka juga bertanya, apakah manusia dapat menolong hewan laut yang lemah namun cantik ini.

Yang juga merupakan sebuah pertanyaan besar bagi saya adalah apakah kuda darat dan kuda laut saling mengenal. Seharusnya makhluk yang besar seperti kuda darat peduli pada makhluk yang kecil seperti tangkur kuda; bukankah kedua-duanya bernama kuda. Tetapi, dalam realitas kehidupan ini, seringkali makhluk yang besar tidak peduli, dan bahkan menindas, makhluk yang kecil. Umat beragama mayoritas menindas umat beragama minoritas. Para konglomerat besar di Indonesia melahap para pedagang menengah dan para pedagang kecil. Negara-negara besar adidaya mengeksploitasi negara-negara kecil yang semakin bangkrut dan dipermiskin. Jika keadaannya demikian, maka akan lebih baik jika yang besar menjadi kecil, dan yang kecil menjadi besar. Tetapi siapa yang bisa menghasilkan pembalikan keadaan ini?